Now Playing Tracks

Poem.

Tulisan ini adalah sepenggal puisi yang aku ambil dari salah satu lagunya Firrsa Besari. Entah, it just like me.

"Kau pernah menjadi gemintang
Yang terpeta dan berpendar di hatiku
Mungkin masih meski perlahan meredup
Di sudut senja,
kau kantungi mentari untuk dirimu sendiri
Kau takut berjalan dalam gelap
Padahal aku takkan melepaskan genggam
Apa yang membuatmu begitu lirih?
Hingga menularkan perih
Bukankah kita bisa saling mengobati
Daripada saling meracuni?
Seperti angin topan yang sekejap membawaku
Terbang sangat tinggi, terlalu tinggi
Seketika itu pula kau menjatuhkanku..”

For you <3

Ini aku tulis untuk kamu yang sudah tidak dapat lagi aku genggam.

Sebelumnya aku berterima kasih kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi yang telah mengabulkan doaku untuk bertemu kamu, bahkan sempat memiliki hatimu.

Hari itu tanggal 1 Maret 2013 pukul 18.30, pertama kali aku menyapa kamu dan berjabat tangan denganmu. Pertama kali aku merasakan hebatnya detak jantungku berdetak yang menyebabkan bibirku beku dan tanganku gemetar. Saat itu, aku hanya bisa berbicara denganmu sepatah dua patah kata saja. Aku berusaha menutupi hebatnya grogi yang aku rasakan yang tidak pernah aku rasakan dengan orang lain selain kamu.

Hari itu, untuk pertama kalinya aku melihat kamu tersenyum. Senyum kecil yang diapit oleh pipimu yang tembem namun begitu manis. Senyum yang tidak bisa aku lupakan hingga pada saat aku menulis tulisan ini.

Tiga hari kita lewati bersama-sama. Tidak ada satupun hal yang aku sesalkan. Aku bahagia. Hingga pada akhirnya aku harus kembali ke kotaku karena waktu liburan ku telah habis. Sebelum aku pulang kamu berkata kepada aku, “Kamu janji ini bukan terakhir kali kita ketemu, kamu janji kamu bakal kembali lagi kesini.” Aku jawab, “Iya, aku bakal kesini lagi. Aku janji.”

Hari terus berjalan, aku dan kamu masih menjalin hubungan lewat BBM dan telepon. Setiap malam kita selalu teleponan, saling berbagi canda dan tawa, saling berbagi keceriaan dan kesedihan. Tidak pernah aku merasa senyaman ini dengan lelaki lain, cuma kamu yang bisa.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan. Setiap bulan aku selalu mengunjungimu di kotamu. Aku tidak peduli orang berkata apa, yang aku tahu aku sangat menyayangimu. Aku ingat pada malam itu kita bertengkar dan pada saat itu kamu ingin meninggalkan aku. Aku berkata, “Kamu beneran mau ninggalin aku?” Kamu langsung berbalik ke arah aku dan menjawab, “Aku ga bakal ninggalin kamu kok.” Aku masih ingat betul percakapan kita malam itu dan aku pastikan kamu sudah tidak ingat.

Aku sangat sayang bahkan cinta kepada kamu saat itu. Kamulah orang yang bisa membuat aku bahagia. Kamu bisa mengubah aku yang tadinya sedang marah, kesal, ataupun nangis menjadi tertawa dan lupa kalau aku sedang marah sama kamu. Aku ingat waktu itu sudah larut malam, aku tahu kamu sudah lelah karena kita sudah jalan-jalan dari pagi hari tapi kamu malah bilang sama aku, “Gapapa aku capek yang  penting aku bisa ajak kamu jalan-jalan kemanapun kamu mau. Kamu kan disini ga setiap hari. Jadi kalo kamu lagi disini, aku mau nyenengin kamu, aku mau sama kamu terus.”

Setelah kira-kira 4 bulan kita bersama, kamu memutuskan untuk pergi. Mungkin aku yang salah karena tidak dapat menjagamu dengan baik. Tapi satu hal yang aku rasakan pada saat itu adalah aku hancur. Rasanya aku ingin memintamu untuk tetap tinggal tapi aku tahu aku gak bisa. Aku benar-benar kehilangan kamu, yang walaupun jauh tapi aku selalu merasa kamu dekat. Hingga akhirnya aku pikir aku bisa mendapatkan sosok kamu di orang lain, tapi aku salah. Kamu benar-benar tidak bisa digantikan oleh siapapun. Aku berusaha mencari kebahagiaanku sendiri. Setiap aku merasa sedang bahagia, itu seperti tidak berarti apa apa kalau tanpa kamu. 

Aku masih ingat semua hal yang pernah kita lalui, aku masih ingat wangi parfummu. Aku masih ingat semuanya.

Aku yakin kamu pergi bukan untuk kebaikanmu saja, tapi semata-mata juga untuk kebaikanku. Aku yakin kamu masih menyayangiku seperti aku menyayangimu, hanya saja keadaan yang tidak mengijinkan kita untuk bersama. Aku yakin suatu saat nanti, kita pasti bisa bersama-sama tanpa ada yang bisa memisahkan kita. Cinta akan menyatukan kita kembali. Cinta gak pernah salah. Kamu adalah percakapan tiap malamku dengan Tuhan. Hanya Tuhan yang tahu betapa besarnya rasa yang aku berikan kepadamu, dan rasa yang kamu pendam untuk aku. 

Awalnya aku memang susah untuk memaafkan kamu, tetapi karena besarnya cinta aku yang membuat aku bisa memaafkan kamu dan tidak membenci kamu. Karena cinta itu saling memaafkan. Aku harap kamu memang sudah bahagia dengan pilihanmu. Semoga dia tidak lagi mengecewakanmu seperti dulu. Semoga dia bisa menjagamu.

Aku menulis ini supaya kamu tahu apa yang aku tidak bisa ungkapkan ke kamu, karena aku tahu kamu tidak akan mendengarkan aku dan perasaan aku. Dulu, aku bisa dengan mudahnya memberitahu perasaanku, Sekarang, bisa mendengar kabarmu setiap hari saja sudah bisa membuat aku senang.

Sincerely yours,

Love

Fiersa Besari - April

Coba tanya hatimu sekali lagi

Sebelum engkau benar-benar pergi

Masih adakah aku di dalamnya?

Karena hatiku masih menyimpanmu

Kisah kita memang baru sebentar

namun kesan terukir sangat indah

Ku memang bukan manusia sempurna

Tapi tak pernah berhenti mencoba

Membuatmu tersenyum walau tak pernah berbalas

Bahagiamu juga bahagiaku

Saat kau terlalu rapuh

Pundak siapa yang tersandar?

Tangan siapa yang tak melepas? Ku yakin aku

Bahkan saat kau memilih untuk meninggalkan aku

Tak pernah lelah menanti

Karena ku yakin kau akan kembali

Ada engkau dalam setiap doaku

Sungguh aku rindu berbagi tawa

Kini kita tidak lagi menyapa

Biarlah hanya dari kejauhan

Melihatmu tersenyum walau tak pernah berbalas

Bahagiamu juga bahagiaku

Saat kau terlalu rapuh

Pundak siapa yang tersandar?

Tangan siapa yang tak melepas? Ku yakin aku

Bahkan saat kau memilih untuk meninggalkan aku

Tak pernah lelah menanti

meskipun engkau tak akan kembali

Masih berharap…

Karena ku yakin kau akan kembali

To Tumblr, Love Pixel Union